Yashio Kaito
dan Senomiya Akiho adalah dua anggota terakhir Klub Robot di SMU
Tanegashima. Namun jika Akiho sangat bersemangat untuk menyelesaikan
proyek besar mereka menciptakan robot raksasa Gunvarrel, Kaito lebih
suka bermalas-malasan dan menghabiskan waktu bermain game, sampai
akhirnya dia bertemu dengan AI bernama Airi. Airi bercerita tentang
pembuatnya, Kimijima Kou yang terbunuh, dan dengan bimbingannya, Kaito
kemudian menemukan Kimijima Report, serangkaian tulisan peninggalan
Kimijima Kou yang memperingatkan tentang suatu konspirasi yang akan
menghancurkan bumi dan memusnahkan lima milyar manusia sekaligus.
Review:
- Cerita (Plot, Storyline, Storytelling, dll):
Sebuah kisah
rumit yang memiliki banyak sisi dan disampaikan dari berbagai sudut
pandang. Ini adalah cerita tentang sebuah klub kecil di sekolah yang
bermimpi menciptakan robot raksasa dan sekaligus tentang suatu
konspirasi rahasia untuk menghancurkan dunia. Hebatnya, storytelling yang
brillian senantiasa mampu menjaga sisi-sisinya tetap terhubung meski
sebenarnya berada dalam atmosfir yang berbeda. Pengungkapan misteri
Kimijima Report yang bertahap satu demi satu berjalan seiring dengan
penyelesaian proyek Gun-Tsuku 1 yang sedikit demi sedikit sehingga
selalu terlihat saling mempengaruhi, laksana menyaksikan pembangunan
sisi-sisi sebuah arch yang diketahui akhirnya akan tersambung dengan keystone pada ujungnya, walaupun sebenarnya kedua sisi tersebut terpisah.
Namun di balik
storytelling yang brillian tersebut, masih ada kekurangan-kekurangan
pada anime ini. Terdapat adegan-adegan yang mana dia berusaha terlalu
emosional. Seperti ketika Airi akhirnya bertemu dengan Geji-nee, anime
ini tampaknya ingin memaksakan agar penonton merasa terharu, padahal
adegan serupa baru saja ditampilkan beberapa episode sebelumnya. Lalu
ada detil-detil yang tidak jelas, seperti hujan monopole yang tiba-tiba
datang dari langit tanpa alasan. Mungkin hal tersebut dimaksudkan
sebagai hubungan dengan suatu cerita yang lain, tetapi khusus untuk
serial ini, dia hanya terasa bagaikan sebuah solusi dadakan dari suatu
karya amatiran.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar